Rumputku masih lebih hijau ternyata

Di gereja tadi ada sebersit pikiran. Dan seperti biasa saya langsung ngomong ke istri.

Selama ini, kata saya, ada orang-orang yang saya sering iri ngeliatnya. Iri dalam arti yang positip lho ya (kok bisa sih iri itu positip?) maksudnya bukan cemburu, tapi lebih sebagai pelecut semangat saya untuk bisa mencapai atau bahkan melampaui orang itu. Kenapa iri? Ya, karena saya ngerasa kok hidupnya enak ya? Emang hidup saya ngga enak? Ngga juga. Banyak juga temen-temen yang gantian iri sama saya. Baru kemarin ada temen nelpon dan bilang iri ke saya karena saya kerjaannya jalan-jalan terus. Nah lho? Jadi siapa iri ke siapa nih?

Maksud saya begini. Hidup saya udah enak. Tapi saya merasa orang yang saya irikan itu lebih enak lagi, gitu. Apa enaknya sih? Susah saya ngomongnya. Mungkin salah satu contoh adalah kemudahan mencari rejeki. Saya sering mikir, ini orang kok duitnya ga abis-abis ya? Kerja apa sih dia ini? Tapi dari iri itu saya jadi terlecut semangat saya untuk lebih giat lagi nyari duit.

Tapi…nah ini dia yang saya sampaikan ke istri tadi pagi. Kenapa ya, orang-orang yang saya irikan itu dalam waktu tidak lama situasinya berubah. Ada yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Ada yang tiba-tiba sakit sampai berminggu-minggu nginep di rumah sakit. Situasinya jadi berbalik seratus delapan puluh derajat.

Lalu saya sendiri? Sampai sekarang sih masih seperti biasa. Masih dapet proyek walau pun kecil-kecilan tapi cukup lah. Masih bisa pulang sore dan sempet main sepeda keliling kompleks dengan anak-anak. Masih bisa pulang ke Bali sambil jalan-jalan. Masih bisa ngajak keluarga makan enak di luar rumah. Masih sehat, puji Tuhan.

Lalu pantaskah saya iri? Rumput saya masih lebih hijau kok. Ah, harusnya mau hijau, kuning atau bahkan hitam warna rumput saya, saya ngga boleh iri ya. Selalu beryukur, dalam segala hal

 

 

Pos ini dipublikasikan di Renungan dan tag . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s