Cool Munduk

Saya kelahiran Singaraja Bali, tapi seumur-umur ngga pernah nginjakkan kaki di Munduk. Padahal desa yang indah ini hanya 30an kilo dari rumah saya. Setelah 20 tahunan kemudian barulah saya terpikir untuk ke sana, itu pun setelah udah kehabisan tempat liburan di Bali haha…

 

Kok ya pas waktu di pesawat yang membawa kami pulang ke Bali di majalah pesawat itu ada artikel tentang Munduk. Wah klop dah, istri saya juga tambah tertarik.

Jadi waktu mendarat, terima mobils sewaan, kami pun langsung berangkat ke Munduk. Melewati jalan Denpasar-Singaraja, setelah Bedugul dan Lapangan Golf Bali Handara terlewati, mendaki ke puncak, persis setelah tikungan-tikungan tajam yang banyak monyetnya, ada pertigaan ke kiri kea rah Asah Gobleg. Kita belok kiri, menyusuri jalan yang pemandangannya bagus banget. Di jalan nanti akan ketemu tempat minum-minum yang viewnya Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Luar biasa. Ya, kedua danau ini berdempetan, hanya dipisahkan hutan yang tipis.

 

 

 

Pemandangannya keren banget di sini. Betah rasanya duduk berlama-lama di sini sambil menyeruput cappuccino panas. Saya heran juga selama ini kemana aja saya kok ngga tau ada tempat sebagus ini di depan pelupuk mata. Ah seandainya dulu waktu SMA saya tau tempat ini, pasti lah udah jadi tempat nongkrong favorit. Dulu sih mainnya cuma ke Bedugul.

 

Jalan ke Munduk menurun sangat curam. Kalo mobil ngga fit ngga bakal bisa balik deh. Mana kabut yang turun sangat tebal, mobil berjarak 10 meter di depan dah ngga keliatan. Tapi begitu memasuki desa Munduk, cuaca cerah lagi. Di sini pun pemandangannya luar biasa.

Munduk desa yang indah. Indah banget. Hawa dingin, penduduk yang lugu, pemandangan yang indah. Klop banget dah. Lebih klop lagi dengan penginapan kami di sana, Karang Sari Guesthouse yang kami temukan dari Booking.com. Kami satu-satunya orang lokal, sisanya bule semua. Di daftar tamunya juga isinya bule manca negara semua. Penginapan ini cantik sekali. Kamarnya sedikit tapi jendelanya lebar-lebar sehingga bisa ngeliat pemandangan sekitarnya dengan bebas. Bersih, yang punya ramah banget, dan sarapannya juga enak. Ngga salah kalo Karang Sari ini dapat award dari Tripadvisor. Waktu mau pulang saya sempetin ngisi buku tamu, supaya ada lah urang awak yang terdata nginap di sana.

 
 

 

Sebelum balik ke Singaraja, saya nyempetin turun ke danau Buyan, Di sana juga ada pura seperti di Bedugul tapi pura di Buyan ini sudah kerendam air danau. Sekitarnya pun ngga terawat. Sayang banget ya, padahal pemandangannya bagus. Karena sepinya suasananya jadi mistis, tapi tetap cantik banget.

 

Begitulah. Munduk menambah daftar tempat favorit saya selama liburan di Bali. So, kalo ke Bali, jangan cuma ke Kuta atau Bedugul, datanglah ke Munduk, dan Anda tidak akan menyesal J

 

Pos ini dipublikasikan di Bali, Jalan-jalan, Keluarga dan tag , , , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s