To the west end – Tanjung Lesung

Setelah semalem di Carita, tenaga dah pulih untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan semakin menjauh, ke Tanjung Lesung. Sebenernya lega juga ninggalin Carita, karena lautnya lagi butek banget, ombaknya gede ngga karuan dan ujan mulu.

Jalan dari Carita ke arah Tanjung Lesung melalui kota Labuan lumayan bagus dan lebar. Nanti setelah ketemu pertigaan Citereup (lurus ke Tanjung Lesung, kiri ke Pulau Umang/Ciputih) barulah jalan mulai menyempit. Tapi secara keseluruhan jalannya udah cukup bagus. Saya cuma butuh 1,5 jam buat ke sana, itupun nyantai dan ada tersendat dikit karena ada jalan yang amblas.

Tanjung Lesung emang terkenal dengan mahalnya rate hotel di sana. Apalagi akhir tahun kayak gini, bahkan rumah penduduk tanpa AC aja ditawarin ke saya 800 ribu per malam. Yang bener aja! Saya belum pernah ke sini, cuman kalo liat foto-fotonya kayaknya cakep bener. Tapi mending nginepnya di Carita.

Waktu sampai di gerbang masuk, seperti masuk gerbang Nusa Dua, tapi menurut saya lebih mirip kayak masuk ke perumahan The Address Cibubur hehe…
Tujuan saya adalah Tanjung Lesung Beach Club. Nyarinya gampang, cari bundaran kedua, belok ke kanan lewatin satu gerbang lagi. Di gerbang ini kita kudu bayar 75 ribu per mobil. Ais itu langsung nyari parkir, yang ternyata penuh mobil asal Jakarta.

Beach Club ini ngga terlalu gede. Pantainya pendek, pasirnya banyak pecahan karang kecil-kecil (kayak di pantai Lovina). Di sini kita bisa renang karena airnya hampir ngga berombak. Atau bisa watersport dan snorkeling. Ada restoran juga yang harganya lumayan mahal.

image

Anak-anak main pasir di bagian pantai yang berpasir halus. Mereka males berenang karena kalo masuk ke air, kudu ngelewatin karang-karang kecil yang nyakitin telapak kaki walau pun agak di tengah akan berpasir lembut lagi. Kayaknya sih emang pantai ini ngga cocok buat anak-anak berenang. Menurut saya masih mending Carita, pasirnya halus tanpa karang.
image

Yang saya suka di sini cuma pemandangannya. Lautnya berwarna biru muda, terus di kejauhan ada jembatan pemanis pemandangan. Jadi kita di sini banyakan motret-motret pemandangan daripada mainnya hehe…Penilaian overall, hmmmm cukup sekali aja deh. Anak saya juga bilang ngga asik di sini. Pasirnya kurang lembut dan banyak karang kecil.
image

image

Udah mulai sore, kita cabut lagi ke Ciputih. Perjalanan masih jauh. Liburan juga masih panjang. Sip. Lanjutin di cerita berikutnya ya

Pos ini dipublikasikan di Jalan-jalan dan tag , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s