Sedekah Bumi di Gereja Kampung Sawah

Tanggal 13 Mei lalu di gereja Paroki Servatius Kampung Sawah kembali digelar acara Sedekah Bumi. Kami langsung bersemangat dan sepakat akan pake pakaian betawi (atau mirip betawi lah). Sampai beli songkok segala.

Tiap taun emang selalu diadakan acara Sedekah Bumi ini yang sebenernya dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas panen di sawah. Walau pun Kampung Sawah udah ngga ada sawahnya lagi, acara ini tetap dilestarikan oleh gereja Servatius. Acara ini selalu diliput oleh media tv karena keunikan budaya betawi yang masih sangat kental di sini.

Acara biasanya dimulai dengan ngaduk dodol pada malam sebelumnya. Setelah itu paginya diadakan perayaan Ekaristi. Dalam misa ini diselipkan tarian betawi dan pencak pada saat pastor masuk, saat persembahan dan di akhir misa. Lagu koor juga banyak yang gaya betawi. Bagus banget dah.

Setelah misa, umat bergegas ke luar menuju halaman depan gereja. Di sana sudah disiapkan meja-meja tempat naruh makanan. Ada nasi, jajanan tradisional, ubi, jagung, kacang, cendol dll. Setelah pastor memberkati makanan, umat pun menyerbu makanan itu. Di situlah asiknya Sedekah Bumi. Jadi kayak sembahyangan rebutan di klenteng cina hehe…

Belajar dari pengalaman taun lalu dimana saya ngga kebagian apa-apa, kali ini saya berbekal kamera nyelusup masuk ke dekat meja makanan. Saya potretin makanan dan ibu-ibu penjaganya, lalu pastor yang lewat memberkati makanan itu. Begitu pastor lewat umat dengan sigap langsung menyambar makanan di meja. Saya yang sudah berdiri di depan meja juga ngga mau kalah, langsung nyamber 2 bungkus nasi kuning buat anak saya dan beberapa jajan pasar. Sip, akhirnya dapet juga hehehe…

Dalam waktu singkat semua makanan ludes. Yang tersisa di meja cuma singkong rebus dan air mineral. Dasar ya, singkong ngga laku di sini…
Acara selanjutnya adalah nyanyi-nyanyi di panggung. Waktu nyanyi lagu betawi, Romo Rudy didaulat joget di lapangan bareng penari-penari. Lalu romo juga diminta nyumbang suara. Saya ngga ngikutin acara sampai habis karena mesti nganter adik yang nginep di rumah.

Acara yang berkesan. Taun depan target saya adalah ikutan begadang ngaduk dodol sampai pagi.

Pos ini dipublikasikan di Intermezo dan tag , , , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s