Aduh…file di flash diskku ilang!

Seruan di atas adalah dari istri saya. Rada panik karena ternyata file di flashdisk itu ngga ada di komputernya. Saya selalu sebel denger kejadian ini. Kenapa? Karena menurut saya, flash disk itu adalah media untuk transfer data, bukan menyimpan data. Artinya, data yang sebenarnya sebaiknya tersimpan di komputer, dan kita kopi ke flash disk hanya supaya bisa dikopi ke komputer lain atau dibuka di tempat lain. Jadi, jangan jadikan flash disk itu sebagai tempat penyimpanan data tanpa ada back up (sebenarnya bukan back up tapi source utama) di komputer.
Saya sering bilang hal ini ke temen-temen, karena banyak kejadian kayak gitu. File ilang atau flash disk ngga bisa kebaca. Mampus deh, semua file kerjaan ilang. Flash disk itu benda yang rentan. Rentan rusak, rentan ilang, rentan kena virus (sering ditancep sana sini sih).
Menurut saya, tempat teraman menyimpan data sampai saat ini masih di hard disk komputer kita. Jadi kalo file di flash disk ilang, ya kopi aja lagi, kok repot.

Selain gampang rusak dan hilang, satu masalah yang sering menimpa flash disk adalah tertular virus. Kejadian hari ini, istri lapor filenya di flash disk semua ilang, setelah flash disknya dicolok ke komputer temennya. Saya sih menduga itu ngga ilang, tapi ditilep virus. Dan bener aja, setelah saya cek, ternyata semua filenya digandakan tapi semuanya pake extention .exe dan .lnk di belakang nama filenya. Walah komputer temennya itu emang sarang virus.

Untungnya saya pake komputer Mac (wuih bangga neh). Karena sistemnya beda ama Windows, jadi file virus yang ngga keliatan di Windows Explorer ditelanjangi semua di Finder-nya Mac. Maka tampaklah file exe dan lnk tadi. Dan dengan mudah saya tinggal select lalu move to trash. Gone is the virus.
Dah bersih, kata saya ke istri. Tapi saya penasaran. Gimana caranya melindungi flash disk supaya ngga ketularan virus. Nyuruh semua orang pake Mac ngga mungkin khan hehehe. Tapi flash disk baru diobati setelah ketularan juga risikonya besar, file bisa bablas ilang duluan. Mesti dikasih pelindung tuh. Laki-laki suka jajan aja disuruh pake pelindung khan…hush…analogi yang ngga tepat dan ngga sopan!

Karena penasaran saya ngubek-ngubek Google nyari info. Dan ketemu salah satu masalah penularan virus ke flash disk, yaitu autorun virus. Virus ini menjangkiti dengan naruh file virusnya di flash disk, lalu ketika flash disk pindah ditancep ke komputer lain, virus itu ngopi file virusnya ke komputer itu dan seterusnya.

Terus gimana dong? Tenang, ada banyak cara ngatasinnya.
Yang pertama, ya jangan minjemin flash disk ke orang yang kita ngga percaya komputernya bersih. Eits jangan ketawa, ada loh klien saya yang gitu.

Kedua, kalo baca penjelasan penularan virus di atas tadi, khan virus tuh menyimpan file ke flash disk. Ya, kalo gitu flash disknya di write protect aja, ngga bisa ditulis/ dikopiin file tapi cuma bisa baca (read-only). Susahnya ya kalo pas kita mau pake flash disk buat ngopi file ngga bisa dong.

Ada cara ketiga, tapi cara ini kudu ngerti prinsip kerja virusnya.
Sebenernya ngga susah. Kalo suka perhatiin isi flash disk, pasti di dalam flash disk itu ada file namanya autorun.inf. File ini dibaca oleh komputer Windows waktu flash disk ditancep ke komputer itu. File inilah yang dimodifikasi oleh si virus untuk menyebarkan virusnya. Nah, kebayang khan, jadi kita cegah aja supaya file autorun.inf itu ngga bisa dimodifikasi/ diganti oleh si virus. Entar virusnya bingung karena filenya ngga bisa didelete dan direplace. Paham khan? Nah, terus caranya gimana buat memproteksi file autorun.inf itu? Kayaknya kalo pake fasilitas lock dari Windows ngga mempan. Ada banyak sih software di Internet yang gratisan bisa dipakai memprotect flash disk. Ada USB Defender (http://sites.google.com/site/mbentefor/documents), Smadav, Panda vaccine (http://acs.pandasoftware.com/marketing/promo/USBVaccine.zip), Naevius (http://www.naevius.com/files/usb_antivirus.exe) dll. Kalo saya suka pake Smadav, karena ini antivirus buat di komputer yang gratisan tapi lumayan bagus sehingga banyak yang pake. Jeleknya, kita kudu instal di komputer kita dulu, baru terus lewat menunya kita memprotect flashdisk (jadi ngga langsung dijalanin dari flashdisk).

Ok dah ngarti khan? Kalo masih bingung juga, mending tu flash disk bawa ke temen yang pake Mac, suruh liat di explorernya Mac ada file aneh-aneh ngga, terus didelete deh…Macbook saya sempet laris jadi penghapus virus flashdisk di kantor klien saya tuh hehehe…

Pos ini dipublikasikan di Knowledge dan tag , , , , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s