Nyari duit di Jakarta

Barusan nonton orang ngamen di jembatan penyeberangan UKI. Bener-bener berhenti lalu nonton, bukan sekedar ngelempar recehan dan berlalu.

Anak ini main biola, bagus menurut ukuran saya. Merasa ada yang menghargai dan menontonnya, dia tambah semangat. Lagunya bagus, mainnya rapi. Saya salut, karena saya tau gimana susahnya belajar biola. Di rumah saya dah kebal kuping ini dengerin suara ngat nget ngot dari anak saya yang baru belajar biola. Karena itu saya merasa pantas mengganjarnya dengan selembar uang warna ijo. Dan dia tersenyum senang, sayatan biolanya tambah semangat.

Mudah ya cari duit di Jakarta? Saya kasih contoh lain. Di Cililitan ada anak berbaju rapi bergegas naik bus yang kosong, duduk di bangku barisan belakang. Kemudian bus keluar terminal, berhenti di halte UKI lalu berebutlah orang naik ke bus sambil berharap masih ada bangku yang kosong. Ada seorang ibu naik, lalu mendekati si anak tadi. Anak itu berdiri dan mempersilakan si ibu duduk. Si ibu menyelipkan lembaran uang ribuan ke anak itu, yang kemudian turun lagi dari bus, nyeberang, lalu balik ke Cililitan lagi untuk mencari bus kosong lagi, dan sikluspun berulang. Ya, anak itu adalah joki bangku bus.

Masih banyak lagi contoh yang lain bagaimana mudahnya mencari uang di Jakarta. Dulu teman saya dari negara lain saya antar berkeliling di Jakarta, dia terheran-heran melihat banyak orang di pinggir jalan menuju Sudirman mengacungkan tangan menawarkan diri ikut ke mobil.
Who are they?
Oh, itu joki 3 in 1.
What? So you pay them to be your passanger? How much do you pay?
Tergantung jarak sih. Biasanya 10.000. One dollar only.
It’s crazy. Very easy to get money here…
Hahaha…lu belum tau aje mister…
Noh, ada yang lebih cepet lagi dapet duit. Polisi cepek di U-turn. Sekali muter gopek…

Memang kalo dilihat sekilas, gampang banget nyari duit di Jakarta. Tapi kita belum tau risikonya. Nyawa man! Hanya berebut lahan parkir, bisa bacok-bacokan. Tukang temer angkot, kena palak preman, ato oknum polisi. Pengamen kena palak preman juga. Joki 3in1 kena ciduk satpol. Jadi jangan liat cepet dan mudahnya…risikonya ga sepadan dengan uang yang didapat. Kalo Anda, aman sentosa khan? Risiko di kantor paling juga dibentak-bentak bos, ya khan?

Jakarta tidak hanya tempat gampang nyari duit. Tapi juga tempat gampang ngabisin duit. Buat entertain klien megang-megang mike aja, bisa abis 15 juta, dalam waktu 4 jam saja.
Ah kalo ngabisin duit mah ga usah di Jakarta juga bisa, kata teman saya.
Ah ngga juga, kata saya. Ada teman yang lain ditugaskan di tambang di Papua, dikasih allowance/ uang keterpencilan yang sangat besar…tapi di sana cuma ada swalayan sebesar indomaret, mau gimana ngabisinnya? Pulang-pulang dia bisa beli rumah lagi di Jakarta, hanya dari uang allowancenya.

Itulah Jakarta dengan segala kemudahan nyari duitnya. Semua profesi ada di sini. Joki, tukang temer, pengamen, PSK (Penjual Sayur Keliling) dsb… Ayo, ada profesi aneh yang Anda temukan lagi?

Pos ini dipublikasikan di Intermezo dan tag , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s