Artikel Holiday in Hell di Time Magazine

Artikel bernada buruk tentang Bali yang ditulis oleh Andrew Marshall di majalah Time dengan judul Holiday in hell : Bali’s ongoing woes, sebenarnya dah ada tanggal 1 April lalu tapi saya ngga tau, dan baru ngeh waktu baca Kompas Sabtu. Terus terang, saya panas bacanya walau pun apa yang disampaikan ada kebenarannya.

Pertama yang disoroti masalah sampah. Memang saat ini sedang musim hujan dan monsoon yang berakibat banyak sampah terdampar di pantai. Si Andrew ini mungkin cuma liat Kuta, tapi itu pun waktu siang. Coba deh dia dateng pagi2 banget ke pantai, liatin gimana setiap pedagang di pinggir pantai Kuta bawa sapu ngikutin instruksi untuk membersihkan pantai dari sampah, dikumpulin untuk diangkut dengan buldozer. Kata seorang pedagang ke saya, kalau tempat jualan mereka kotor, mereka akan diusir oleh petugas ga boleh jualan di sana lagi. Jadi, kalau sedang sial ada sampah kebawa ombak dan bikin beberapa turis yang kulitnya sensitif jadi gatal-gatal, trus Anda mau nyalahin orang Bali karena ga bisa jaga kebersihan, Mr. Andrew?

Kedua soal macet. Anda kemana aja selama di Bali mister? Kalau cuma di Kuta doang, ya iyalah macet. Tapi itu juga ngga sepanjang hari khan! Anda pernah ke Bangkok ngga? Bandingin gimana gilanya macet di Bangkok yang hanya bisa disaingi Jakarta. Tapi ngga ada yang protes tuh, orang enjoy aja ke Grand Palace atau MBK yang juga macetnya naujubilah.

Terus soal kriminalitas. Memang saya akui, kalau Bali jaman dulu, sepeda ilang aja bisa ditemukan dalam waktu hitungan jam, walau pun di pelosok desa. Sekarang kriminalitas meningkat, tapi sekedar Anda tau, Bali masih menjadi salah satu tempat teraman di Indonesia. Keamanan adalah risiko masing-masing. Sepanjang Anda berada di tempat yang ngga neko-neko, Anda akan aman.

Jadi Mr. Andrew, saya sarankan datang lagi ke Bali, nanti saya antar keliling Bali untuk membuka mata Anda, bahwa Bali is not only Kuta. Dan jangan negative thinking mulu, orang liburan ke Bali ya nikmati holiday-nya. Oang lain ngerasa paradise, you sendiri ngerasa in hell. Every inch of Bali land contains beauty, you know? And don’t blame me if someday you decide to spend the rest of your life somewhere in Ubud because your heart can’t turn away from Bali…

Ni saya kasih beberapa foto tentang Bali for you mister, mudah-mudahan you insap dan bertobat…Bah percuma ya Si Andrew kagak ngarti juga kale. Tapi paling ngga hati ini dah lebih adem. Asal jangan yang baca ini malah jadi panas dan pengen gebukin si Andrew🙂

Pos ini dipublikasikan di Jalan-jalan, Renungan dan tag , , , . Tandai permalink.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s