Saya tidak butuh terima kasih, saya butuh rasa bahagia itu

Kata orang, kalau kita bisa menolong orang lain, kita akan selalu hidup bahagia. Bukan kebetulan ini berkaitan dengan tema Pakah tahun ini tentang berbagi, tapi memang karena saya sering memikirkan hal ini.

Ada hal-hal kecil dalam hidup yang sering saya coba perhatikan dan urusi terutama kalau menyangkut orang lain. Khususnya menyangkut membantu orang lain. Mulai dari yang kecil-kecil aja. Bukain pintu kantor, mencet tombol lift, bantu nyeberang jalan…remeh khan? Tapi coba resapi rasa bahagia setelah kita melakukannya. Menyenangkan bukan?

Seperti malam ini, saya membawakan foto hasil jepretan kamera hape ke ibu yang anaknya dimakamkan tadi siang. Dengan tulus ibu itu menjabat tangan saya dan berkata, matur suwun sanget nggih mas…saya begitu terharu dalam bahagia, cuma ini yang saya bisa bantu bu. Rasa bahagia ini yang selalu saya rindukan, bukan ucapan terima kasihnya.

Tapi ada satu ketika saya mati kutu. Pengen bantu tapi takut disalahin. Sering saya waktu keluar rumah bawa mobil/motor, liat ibu-ibu entah mau berangkat/ pulang jalan kaki. Lumayan juga lho jaraknya ke gerbang depan. Pengen rasanya nawarin bonceng atau nunut mobil saya, tapi kok saya khawatir tetangga berprasangka. Akhirnya, jadi ngga jadi ngga…eh terlewat. Yah sudahlah lain kali. Dan sampai sekarang, kali lain itu ngga pernah kesampaian.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Saya tidak butuh terima kasih, saya butuh rasa bahagia itu

  1. Marilu berkata:

    A wonderful job. Super helpful iniafmotron.

Monggo diberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s